Rabu, 13 Juli 2011

Rekayasa Jaringan Komputer

PROPOSAL


Rekayasa Sistem Jaringan Komputer Nirkabel (WLAN) Hotspot Area pada SMA Negeri 1 Ulujami Berbasis Otentikasi Pengguna





CV. SAKA FAYUSYS PEKALONGAN
Jl. Raya Warung Asem No. 31 Batang Telp. (0285) 2426125
www.sakafayusys.co.cc



A.  Latar Belakang
  1. Beberapa tamu yang berkunjung ke sekolah merasa kesulitan untuk terkoneksi ke Internet.
  2. Beberapa guru dan murid (civitas akademika) membutuhkan tambahan materi belajar dan mengajar yang dapat diunduh dari Internet, sementara laboratorium komputer yang tersedia sangat terbatas dalam hal peralatan dan waktu penggunaannya.
  3. Informasi tentang sekolah bisa diakses secara langsung melalui web sekolah.
B.  Tujuan

      Terwujudnya Hotspot area di SMA N 1 Ulujami

C.  Manfaat
  1. Memudahkan siswa dan guru untuk dapat mengakses internet secara gratis.
  2. Mendapatkan standar sarana dan prasarana sekolah modern.
  3. Berdaya saing terhadap sekolah lain yang tidak mempunyai fasilitas internet atau area hotspot.
  4. Memudahkan siswa / pihak lain dalam mengakses informasi melalui jaringan internet
D.  Tinjauan Pustaka

Dengan berkembangnya sarana informasi atau telekomunikasi yang sangat menunjang berbagai aspek di bidang pendidikan serta demi kemajuan dan berkembangnya suatu sekolah untuk tidak terbelakang dari sekolah lain serta untuk memperluas jaringan komunikasi antar sekolah maka perlu diberdayakan jaringan INTERNET. Dengan ISP yang menjadi penyedia layanan atau ISP (Internet Service Provider) yang mampu mengembangkan dari segi kualitas dan pelayanan dengan SDM yang professional di bidangnya.

Dengan adanya INTERNET di sekolah baik itu secara Personal Internet, Office Internet memudahkan masyarakat untuk melakukan komunikasi dan mencari informasi di layanan Internet itu.Maka dari itu, Hot Spot serta ISP-nya sebagai penyedia layanan Internet siap memberikan layanan dengan maksimal kepada client.

Berikut ini merupakan langkah-langkah pembuatan Hot Spot Area :
  1. ISP (Internet Service Provider) merupakan suatu perusahaan yang memberikan layanan dalam pelayanan internet. Dengan adanya ISP, koneksi kita diatur sedemikian rupa agar kita dapat terkoneksi ke Internet.
  2. Penggunaan dan Sumber Bahan Baku
Penggunaan dan sumber bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan hotspot ini antara lain sebagai berikut ini :
  • 4 Komputer Server Sebagai sebuah server yang menyediakan berbagai layanan yang dapat diakses oleh computer client seperti layanan DHCP, Web Server, Domain Controled dan berbagai layanan lain.
  • 6 Cisco Router sebagai alat yang dapat menghubungkan 2 segmentasi yang berbeda dalam jaringan computer.
  • 12 Cisco Switch sebagai alat yang mentransmisikan beberapa simpul yang akan memudahkan dalam koneksi jaringan ISP yang akan dibuat.
  • 24 Komputer Operator yang berfungsi sebagai alat yang akan digunakan untuk memonitoring traffic data dan meng-control akses client agar client dapat dengan mudah mengakses berbagai layanan.
  • 5 Wireless Smart Bridge yang berfungsi sebagai media transmisi jaringan tanpa kabel antara base station yang akan memudahkan client maupun operator dan memberikan efisiensi tempat karena dengan menggunakan wireless,jarak yang ditempuh dapat lebih jauh jangkauan jaringannya daripada menggunakan kabel UTP biasa.
  • 4 Tower yang berfungsi sebagai sarana pendukung sinyal.
  • Kabel Fiber Optic sebagai penghubung media jaringan dengan menggunakan kabel serat optic yang dapat berjarak 75 Km.
  • Kabel UTP + RJ45 sebagai kabel jaringan yang berjarak pendek.
  • 50 Computer pendukung dengan detail sebagai berikut :
  1. P4 Dual Core
  2. Memory 1 GB
  3. HD 120 Gb Sata
  • Software Client Server sebagai system operasi dan software aplikasi yang berfungsi sebagai fondasi dasar dari jaringan ISP yang kita buat
Pendukung Jaringan(Crimping,Tester dll) yang berfungsi mempermudah pekerjaan teknisi jaringan dalam membangun ISP

E.     Desain

1.      Topologi Fisik


2.      Topologi Logis


F.   Anggaran (Biaya)



G.   Instalasi
  1. Tempatkan router, Server dan Wireless seperti gambar.
  2. Buatlah Jalur Jaringan dengan menggunakan berbagai media transmisi seperti dengan menggunakan Wireless, Kabel UTP, Serial, dan Fiber Optic.
  3. Lakukan Instalasi semua peralatan jaringan, mulai dari Router, Komputer, Server dll sehingga semua peralatan dapat saling berkomunikasi.
  4. Koneksikan ISP ke Internet melalui Gateway.
  5. Tempatkan beberapa Client yang telah terdaftar untuk dapat menikmati beberapa fasilitas yang diberikan.
  6. Buatlah beberapa macam layanan yang disediakan Server seperti layanan Mail, Web, DHCP dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan client.
  7. ISP telah dapat digunakan
Untuk membuat koneksi dengan ISP kita perlu melakukan beberapatahapan berikut, yaitu :
  1. Langkah awal untuk membuat koneksi dengan Telkomnet, yaitu bukalah ‘Network Conection’ yang berada pada Start> Settings>Network Connections.
  2. Kemudian pilihlah menu ‘Create a new connections’ pada bagian kiri atas,bila muncul tampilan “New Connection Wizard”maka tekan tombol ‘Next’.
  3. Kemudian kliklah ‘Connect to the Internet’, lalu tekan tombol ‘Next’.
  4. Selanjutnya kliklah ‘Set up my connection manually’ lalu tekan tombol‘Next’.
  5. Kliklah ‘Connect using a dial-up modem’ lalu tekan tombol ‘Next’.
  6. Tuliskan nama ISP yang akan dihubungi, misalnya “Telkomnet”. Kemudiantekanlah tombol “Next’.
  7. Selanjutnya isikan nomor telepon ISP Telkomnet, yaitu 080989999. Kemudian tekanlah tombol ‘Next’.
  8. Langkah berikutnya adalah mengisikan user name dan password untuk Telkomnet, user name-nya adalah telkomnet@instan dan pasword-nya telkom. Selanjutnya tekanlah tombol ‘Next’.
  9. Tekan tombol ‘Finish’ untuk mengakhiri pembangunan koneksi ke ISP,maka akan muncul tampilan ‘dial-up’ berupa tampilan “Connect Telkomnet”.
  10. Untuk melakukan koneksi ke Telkomnet, tekanlah tombol ‘Dial’. Kemudianmuncullah tampilan yang menunjukkan komputer sedang mem  bangun koneksi denganTelkomnet yaitu ditandai dengan tulisan “Connecting Telkomnet…..”.
  11. Setelah pembangunan koneksi berhasil, maka akan muncul pesan “Telkomnetis now connected” yang menunjukkan bahwa kita telah terhubung dengan Telkomnet. Selanjutnya kita dapat nge-net sepuas-puasnya tapi musti ingat pulsa friend, meskipun cuma pulsa lokal… Soalnya ni gak gratis bosss.
  12. Untuk memutuskan hubungan dari Telkomnet, klik kanan mouse pada koneksi jaringan.
  13. Kemudian pilihlah menu ‘Disconnect’.

Kamis, 30 Juni 2011

WIRELESS OUTDOOR DAN WIRELESS INDOOR


WLAN OUTDOOR DAN WLAN  INDOOR

Sebelum kita bahas tentang outdoor & indoor wireless LAN yang ada, mari kita bahas dahulu standar yang dipakai dalam IEEE 802.11x, dimana x adalah sub standar yang terdiri dari :
• 802.11 – 2,4GHz – 2Mbps
• 802.11a – 5GHz – 54Mbps
• 802.11a 2X – 5GHz – 108Mbps
• 802.11b – 2,4GHz – 11Mbps
• 802.11g – 2,4GHz – 22Mbps
• 802.11n – 2,4GHz – 120Mbps

Jenis-jenis perangkat Wireless LAN :

Access Point
Biasa disebut dengan Hotspot yang berfungsi seperti hub dimana akan menghubungkan bermacam perangkat wireless yang terhubung dengan perangkat tersebut. Bermacam perngkat Access point memiliki konfigurasi administrator yang berbeda-beda sesuai dengan produsennya masing-masing dengan tingkat keamanan yang dapat diatur sesuai dengan kehendak administrator jaringan yang bersangkutan seperti menambahkan enkripsi WEP dan semacamnya untuk keamanan jaringan.

Wireless Card PCI
Perangkat wireless berbentuk card PCI yang dipakai dalam sebuah PC yang tidak memiliki perangkat embedded wireless di dalamnya. Kebanyakan perangkat ini memiliki jangkauan sinyal yang kecil sehingga kadang pengguna menambahkan perangkat antena tambahan untuk menambah kekuatan tangkap sinyal yang ada.

Wireless USB
Perangkat ini banyak diperoleh di pasaran. Perangkat ini bersifat mobile namun karena bentuknya yang terbilang kecil sehingga membuat daya tangkap perangkat ini lebih kecil dibandingkan dengan perangkat lain seperti Wireless card PCI.

PCMCIA
Perangkat ini banyak dijumpai pada Laptop atau notebook jaman dulu yang belum memiliki perangkat wireless adapter terintegrasi seperti pada dewasa ini yang hampir semua Notebook yang dijual memiliki perangkat wireless dengan harga yang murah (tergantung chipset yang digunakan).

Compact Flash
Compact Flash hampir seperti dengan USB yang bersifat mobil namun beberapa anggapan menyatakan bahwa compact flash di klaim lebih lebih baik dibanding dengan wireless adapter USB.

Embedded
Jenis ini adalah perangkat wireless yang bersifat terintegrasi atau menjadi satu dengan mainboard sebuah PC atau notebook alias onboard.
Bagaimana memilih perangkat 802.11 ?
• Kebanyakan perangkat W-LAN 802.11 punya spesifikasi yang sama, karena perusahaan pembuatnya sama.
• Perbedaan yang menyolok berada di software pengendalinya.
Beberapa perusahaan Taiwan pemasok 802.11 diantaranya adalah CyberTAN, GemTek, GlobalSun, USI, Z-Com, Ambit dan Askey dengan menggunakan berbagai chipset seperti Broadcom, Intersil, Atheros, Belkin, dan Agere.
Jenis sambungan Wireless LAN
• W-LAN Outdoor – dipakai untuk menghubungkan perangkat yang ada di luar ruangan, mengikuti standar 802.16
• W-LAN Indoor – dipakai untuk menghubungkan perangkat yang ada di dalam ruangan, mengikuti standar 802.11
Standar Wireless LAN 802.16
• Harga perangkatnya sangat mahal.
• Bekerja diatas frekwensi 5GHz.
• Biasanya dipakai oleh operator telekomunikasi.
Penggunaan 802.11 di outdoor :
• Radio 802.11B hanya punya 11 kanal.
• Pemasangannya harus mengikuti kaidah Line of Sight.
• Membutuhkan tower jika dua titik berada di level yang berbeda.
• Pemanfaatan daya yang kecil harus betul-betul diperhitungkan.
• Harus mengatasi interferensi yang terjadi.

Memasang 802.11 di outdoor :
• Menggunakan PCMCIA di dalam komputer.
• Menggunakan Access Point dengan antena luar Outdoor Unit (Proxim Tsunami) yang bekerja di 5GHz dengan jarak sampai 10 km.
Sebagai gambaran saja bahwa Outdoor Unit dengan menggunakan antena luar, jaraknya bisa sampai 40 km dengan menggunakan WaveRider (~ USD 1.500). Untuk outdoor unit dengan jumlah pelanggan banyak, dipakai Cirronet dengan kemampuan menangani sampai 1.200 pelanggan dalam satu rack 19” (~ USD 10.000).
Apa perbedaan antara jaringan kabel & jaringan wireless?Jaringan Wireless memiliki keunggulan sebagai berikut :
1. Pemeliharaan murah
2. Infrastruktur berdimensi kecil
3. Pembangunan cepat
4. Mudah dan murah untuk direlokasi dan mendukung portabilitas
5. Koneksi internet akses 24 jam
6. Akses internet yang cepat
7. Bebas tanpa pulsa telepon Jaringan

Wireless memiliki kelemahan sebagai berikut :
1. Biaya peralatan mahal
2. Delay yang sangat besar
3. Kesulitan karena masalah propagasi radio
4. Keamanan data
5. Kapasitas jaringan karena keterbatasan spectrum


 

Sabtu, 18 Juni 2011

TEKNOLOGI WIRELESS


A.    WLAN dan SSID

Set SSID pada AP menggunakan antarmuka GUI
Petunjuk pengaturan SSID pada suatu APP :
·        Dalam kegiatan ini, Anda akan menetapkan SSID pada suatu APP.
·        Tombol topologi : topologi jaringan akses.
·        Tombol instruksi : kembali ke jendela instruksi.
·        Browser tombol (bila tersedia) : mengakses jendela browser.


Gambar 1 : tombol cek bila diklik





Gambar 2 : tombol instructions bila diklik

Gambar 3 : tombol topology bila diklik

Langkah 1
Menggunakan jendela browser mengakses GUI Linksys
- Dari jendela topology, klik host untuk membuka jendela browser.
- Ketik URL http://192.168.1.1.
- Menggunakan password admin default dan biarkan kosong username.



   
 

Langkah 2
Linksys menggunakan GUI untuk mengatur SSID
- Klik tab Wireless untuk menavigasi ke halaman konfigurasi nirkabel.
- Pastikan Mode Jaringan diatur ke Mixed.
- Ubah default SSID ke academy.
- Klik Save Settings setelah selesai.


Klik tombol check untuk memeriksa pekerjaan Anda. Bila berhasil akan kelihatan seperti ini :



B.    Wireless Channels

Mengatur Saluran/Channel Nirkabel
Petunjuk pengaturan SSID pada suatu APP :
·        Dalam kegiatan ini, Anda akan menetapkan SSID pada suatu APP.
·        Tombol topologi : topologi jaringan akses.
·        Tombol instruksi : kembali ke jendela instruksi.
·        Browser tombol (bila tersedia) : mengakses jendela browser.

Langkah 1
Menggunakan jendela browser mengakses GUI Linksys
- Dari jendela topology, klik host untuk membuka jendela browser.
- Ketik URL http://192.168.1.1.
- Menggunakan password admin default dan biarkan kosong username.
 
Langkah 2
Mengatur saluran nirkabel
- Klik tab Wireless untuk menavigasi ke halaman pengaturan wireless dasar.
- Ubah Radio Band dengan : Standard – 20MHz Channel.
- Ubah Standard Channel dengan : 6-2.437GHZ.
- Klik Save Settings setelah selesai.

Klik tombol Check untuk memeriksa pekerjaan Anda. Bila berhasil akan kelihatan seperti ini :




Sumber : Cisco Networking Academy

Sabtu, 16 April 2011

SISTEM OPERASI

 1.     MEMILIH SISTEM OPERASI
1.1.      Tujuan dari Sistem Operasi

Komponen dan periferal komputer terdiri dari bagian elektronik dan bagian mekanik. Komputer untuk bisa dijalankan melakukan tugas tertentu diperlukan sistem operasi (OS).

Misalnya pengguna ingin menulis laporan dan mencetak pada printer  maka yang diperlukan adalah aplikasi pengolah kata. Informasi yang dimasukkan dari keyboard, ditampilkan di monitor, disimpan pada disk drive dan akhirnya dikirim ke printer.
Agar program pengolah kata bisa melakukannya diperlukan OS yang mengontrol fungsi input dan output. Selain itu, data yang dimanipulasi dalam komputer, disimpan di RAM dan diproses oleh CPU ( manipulasi internal ). Semua perangkat komputer, seperti server, desktop, laptop atau handheld, memerlukan sebuah OS agar dapat berfungsi.

OS bertindak seperti penerjemah antara aplikasi user dan hardware. Seorang pengguna berinteraksi dengan sistem komputer melalui sebuah aplikasi, seperti pengolah kata, spreadsheet, permainan komputer atau program pesan instan. Sebagai contoh, aplikasi tidak peduli dengan bagaimana informasi dimasukkan ke dalam aplikasi dari keyboard. Sistem operasi bertanggung jawab untuk komunikasi antara aplikasi dan perangkat keras.
Ketika komputer dinyalakan lalu meloading OS dari disk drive ke dalam RAM. Bagian dari kode OS yang berinteraksi langsung dengan hardware komputer dikenal sebagai kernel. Bagian yang interface dengan aplikasi dan pengguna dikenal sebagai shell. Pengguna dapat berinteraksi dengan shell baik menggunakan antarmuka baris perintah (CLI) atau antarmuka pengguna grafis (GUI).
Bila menggunakan CLI, pengguna berinteraksi langsung dengan sistem dalam lingkungan berbasis teks dengan memasukkan perintah pada keyboard pada command prompt. Sistem mengeksekusi perintah dan memberikan output tekstual. GUI memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan sistem di lingkungan yang menggunakan gambar grafis, multimedia, dan teks. GUI lebih user friendly dan memerlukan pengetahuan yang kurang daripada CLI struktur perintah untuk memanfaatkan sistem. Untuk alasan ini, banyak orang bergantung pada lingkungan GUI. Sebagian besar sistem operasi menawarkan baik GUI dan CLI.

Sistem operasi memiliki kontrol penuh terhadap sumber daya perangkat keras lokal. Sistem Operasi dirancang untuk bekerja dengan satu pengguna pada satu waktu dan memungkinkan pengguna untuk multitask.


Untuk bekerja dengan sumber daya yang tidak langsung terhubung ke sistem komputer, software khusus harus ditambahkan untuk mengirim dan menerima data dari jaringan. Software ini disebut redirector, bisa merupakan bagian integral dari OS atau perlu diinstal secara terpisah sebagai klien jaringan. Sistem operasi yang terpasang jaringan disebut sistem operasi jaringan (NOS).
NOS menawarkan penjadwalan kompleks dan manajemen software pengguna yang memungkinkan untuk berbagi sumber daya antara banyak pengguna secara langsung.

1.2.      Persyaratan Sistem Operasi

Ada banyak sistem operasi yang berbeda tersedia. Pengelompokan utama sistem operasi terdiri dari :
·        Microsoft Windows : XP, Vista, 2003 Server
·        Berbasis UNIX : IBM AIX, HPUX Hewlett Packard, dan Sun Solaris
·        BSD - BSD Free
·        Linux-Based (varietas Banyak)
·        Macintosh OS X
·        Non-proprietary Unix : IBM OS/400, z / OS.

Sebagian besar sistem operasi ini berbayar dan berlisensi komersial, ada beberapa sistem operasi yang dirilis tanpa lisensi yang disebut GNU Public License (GPL).




Lisensi komersial tidak memperbolehkan pengguna untuk memodifikasi program dengan cara apapun. Windows XP, Mac OS X dan UNIX merupakan contoh perangkat lunak OS komersial.
Sebaliknya, GPL memungkinkan pengguna untuk memodifikasi dan meningkatkan kode tersebut, jika mereka inginkan, untuk lebih sesuai dengan lingkungan mereka. Contoh sistem operasi umum  ( GPL ) adalah Linux dan BSD.

Sistem operasi memerlukan perangkat keras yang ditentukan produsen seperti :
·        Jumlah RAM
·        Hard disk space yang dibutuhkan
·        Tipe prosesor dan kecepatan
·        Resolusi video.
 Produsen menentukan baik tingkat minimum dan yang direkomendasikan untuk perangkat keras. Sistem kinerja pada konfigurasi hardware minimum yang ditetapkan biasanya rendah dan hanya cukup untuk mendukung OS dan tidak ada fungsi lainnya. Konfigurasi yang dianjurkan adalah biasanya pilihan yang lebih baik dan lebih mungkin untuk mendukung aplikasi tambahan standar dan sumber daya.
Untuk memanfaatkan semua fitur yang disediakan oleh sistem operasi, sumber daya perangkat keras tambahan seperti sound card, NIC, modem, mikrofon, dan speaker umumnya diperlukan. Banyak pengembang OS menguji berbagai perangkat keras dan menyatakan bahwa mereka yang kompatibel dengan sistem operasi. Pastikan perangkat keras telah disertifikasi untuk bekerja dengan sistem operasi sebelum membeli dan memasangnya.

1.3.      Seleksi System Operasi

Memilih OS yang tepat membutuhkan banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan mana yang akan digunakan dalam lingkungan tertentu.
Langkah pertama dalam memilih OS adalah memastikan bahwa OS telah dipertimbangkan sepenuhnya mendukung kebutuhan pengguna. Apakah OS yang mendukung aplikasi yang akan dijalankan? Apakah keamanan dan fungsionalitas yang cukup untuk kebutuhan pengguna?





Selanjutnya, melakukan penelitian untuk memastikan bahwa sumber daya perangkat keras cukup tersedia untuk mendukung OS. Ini termasuk komponen dasar seperti memori, prosesor, dan ruang disk, serta perangkat periferal seperti scanner, sound card NIC, dan removable storage.
Pertimbangan lain adalah tingkat sumber daya manusia yang diperlukan untuk mendukung OS. Dalam lingkungan bisnis, perusahaan dapat membatasi dukungan kepada satu atau dua sistem operasi dan mencegah, atau bahkan melarang instalasi OS lainnya. Kesiapan dukungan teknis untuk OS mungkin menjadi faktor penentu.
Ketika memilih OS pertimbangkan total biaya kepemilikan (TCO) dari OS dalam pengambilan keputusan. Tidak hanya mencakup biaya untuk mendapatkan dan menginstal OS, tetapi juga seluruh biaya yang berkaitan dengan mendukungnya.

Faktor lain yang terkait dalam pengambilan keputusan adalah ketersediaan sistem operasi. Beberapa negara dan / atau bisnis telah membuat keputusan untuk mendukung jenis OS tertentu atau mungkin memiliki pembatasan pembatasan individu dari jenis tertentu memperoleh teknologi.

2.     MENGINSTAL SISTEM OPERASI
2.1.      Metode Instalasi OS

OS diinstal pada hard disk disebut sebuah partisi disk. Ada berbagai metode untuk menginstal sebuah OS. Metode yang dipilih untuk instalasi ini didasarkan pada perangkat keras sistem, OS yang diinstal, dan kebutuhan pengguna. Ada empat pilihan dasar yang tersedia untuk instalasi OS baru :


Instal Ulang
Sebuah instalasi ulang dilakukan pada sistem yang baru atau dalam kasus di mana tidak ada jalan upgrade antara OS saat ini dan yang sedang dipasang. Ia menghapus semua data pada partisi tempat OS diinstal dan memerlukan perangkat lunak aplikasi yang akan diinstal ulang. Sebuah sistem komputer baru memerlukan instalasi yang bersih. Sebuah instalasi yang bersih juga dilakukan pada saat instalasi OS yang ada telah menjadi rusak dalam beberapa cara.

Upgrade
Jika pada platform OS yang sama, mungkin untuk melakukan upgrade. Dengan upgrade sistem pengaturan konfigurasi, aplikasi dan data yang masih utuh, serta hanya menggantikan OS file lama dengan file OS baru.

Multi-Boot
Hal ini dimungkinkan untuk menginstal lebih dari satu OS di komputer untuk membuat sistem multi-boot. Setiap OS yang terkandung dalam partisi sendiri dan dapat memiliki file sendiri dan pengaturan konfigurasi. Di start-up, pengguna disajikan dengan menu untuk memilih OS yang diinginkan. Hanya satu OS dapat berjalan pada satu waktu dan memiliki kendali penuh perangkat keras.

Virtualisasi
Virtualisasi adalah teknik yang sering digunakan pada server. Hal ini memungkinkan beberapa salinan dari sebuah OS yang akan dijalankan pada satu set perangkat keras, sehingga menciptakan banyak mesin virtual. Setiap mesin virtual dapat diperlakukan sebagai komputer yang terpisah. Hal ini memungkinkan sumber daya fisik tunggal untuk berfungsi sebagai sumber daya beberapa logical.

2.2.     Persiapan Untuk Menginstal OS

Sebuah daftar pra-instalasi membantu memastikan bahwa proses instalasi berhasil.
 1.      Pastikan semua perangkat keras disertifikasi untuk bekerja dengan OS yang dipilih.
2.      Pastikan bahwa sumber daya perangkat keras memenuhi atau melebihi persyaratan minimal dipublikasikan.
3.      Konfirmasikan bahwa media instalasi yang sesuai tersedia. Karena ukuran file sistem operasi saat ini, biasanya tersedia pada kedua CD dan DVD media.


4.      Jika OS yang akan diinstal pada sistem yang sudah berisi data  : (a) Gunakan alat diagnostik dan utilitas sistem untuk memastikan instalasi OS saat ini dalam kondisi baik, bebas dari file berbahaya atau merusak dan kode, (b) Lengkapi penuh cadangan semua file-file penting.
5.      Jika melakukan install ulang, pastikan bahwa semua perangkat lunak aplikasi yang tersedia untuk instalasi.

Sebelum memulai instalasi, kita perlu menentukan struktur partisi yang paling sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Salah satu teknik yang tersedia untuk membantu melindungi data adalah untuk membagi harddisk menjadi beberapa partisi. Dengan instalasi yang bersih, banyak teknisi lebih suka untuk membuat satu partisi untuk data dan partisi yang terpisah untuk OS. Hal ini memungkinkan sebuah OS untuk ditingkatkan tanpa risiko kehilangan data. Hal ini juga menyederhanakan backup dan recovery file data.
Hal ini juga diperlukan untuk menentukan jenis sistem berkas untuk digunakan. Sebuah sistem berkas adalah OS menggunakan metode untuk melacak file. Banyak yang berbeda jenis file sistem yang ada. Sistem file yang digunakan meliputi FAT16/32, NTFS, HPFS, ext2, ext3. Setiap OS dirancang untuk bekerja dengan satu atau lebih dari jenis file sistem dan setiap jenis file system menawarkan keuntungan tertentu. Hati-hati harus menjadi pertimbangan dengan jenis sistem file yang didukung oleh OS yang dipilih dan manfaat masing-masing.
Meskipun alat ada untuk memodifikasi struktur partisi dan sistem file dari sebuah hard drive setelah instalasi, ini harus dihindari jika mungkin. Ketika memodifikasi baik sistem file atau struktur partisi pada harddisk, dapat mengakibatkan kehilangan data. Perencanaan yang cermat dapat membantu menjaga integritas data.

2.3.     Mengkonfigurasi Komputer Untuk Jaringan

Setelah suatu OS diinstal, komputer dapat dikonfigurasi untuk berpartisipasi dalam jaringan. Jaringan adalah grup perangkat, seperti komputer, yang terhubung satu sama lain untuk tujuan berbagi informasi dan sumber daya. Sumber daya bersama dapat mencakup printer, dokumen dan koneksi akses Internet.
Untuk fisik terhubung ke jaringan, komputer harus memiliki kartu antarmuka jaringan (NIC). NIC adalah bagian dari perangkat keras yang memu  ngkinkan komputer untuk terhubung ke jaringan media. Ini mungkin diintegrasikan ke dalam motherboard komputer atau mungkin kartu terpisah diinstal.

Selain sambungan fisik, beberapa konfigurasi sistem operasi diperlukan untuk komputer untuk berpartisipasi dalam jaringan. Jaringan modern kebanyakan terhubung ke Internet dan menggunakan Internet untuk bertukar informasi. Setiap komputer pada jaringan ini membutuhkan Internet Protocol (IP), serta informasi lainnya, untuk mengidentifikasi itu. Ada tiga bagian pada konfigurasi IP, yang harus benar untuk komputer untuk mengirim dan menerima informasi pada jaringan. Ketiga bagian tersebut adalah :
-       IP Addres - mengidentifikasi komputer di jaringan.
-       Subnet Mask - digunakan untuk mengidentifikasi jaringan di mana komputer tersambung.
-       Default Gateway -mengidentifikasi perangkat yang menggunakan komputer untuk mengakses Internet atau jaringan lain.

 
Sebuah alamat IP komputer dapat dikonfigurasi secara manual atau ditugaskan secara otomatis oleh perangkat lain.

Manual Konfigurasi IP
Dengan konfigurasi manual, nilai-nilai yang diperlukan dimasukkan ke dalam komputer melalui keyboard, biasanya oleh administrator jaringan. Alamat IP mengadakan disebut sebagai alamat statis dan secara permanen ditugaskan untuk kom puter tersebut.

Dynamic IP Configuration
Komputer dapat ditetapkan untuk menerima konfigurasi jaringan secara dinamis. Hal ini memungkinkan komputer untuk meminta alamat dari perangkat lain dalam jaringan. Ketika komputer selesai dengan alamat itu dikembalikan lagi ke komputer lain.

2.4.     Penamaan Computer

Selain alamat IP, sistem jaringan operasi menggunakan nama. Dalam lingkungan ini setiap sistem individu harus memiliki nama yang unik yang ditugaskan untuk itu.
Sebuah nama komputer memberikan nama user friendly, sehingga memudahkan pengguna untuk terhubung ke sumber daya bersama, misalnya folder dan printer di komputer lain.




Administrator jaringan harus menentukan skema penamaan logis yang membantu untuk mengidentifikasi jenis perangkat dan / atau lokasinya. Sebagai contoh, nama PRT-CL-Eng-01 dapat mewakili laser printer berwarna pertama di Jurusan Teknik.
Nama-nama ini secara manual ditugaskan untuk setiap perangkat, meskipun beberapa alat memang ada untuk membantu mengotomatisasi proses penamaan. Deskripsi komputer juga dapat dimasukkan ketika menetapkan nama untuk memberikan informasi tambahan tentang lokasi atau fungsi dari perangkat.

2.5.     Nama Network dan Alamat Perencanaan

Sebagai suatu jaringan bertumbuh dalam ukuran dan kompleksitas, menjadi semakin penting bahwa itu direncanakan dengan baik, logis terorganisir dan didokumentasikan dengan baik.
Banyak organisasi mengembangkan konvensi untuk penamaan dan pengalamatan komputer. Ini memberikan pedoman dan aturan yang dapat di  gunakan oleh personel dukungan jaringan saat melakukan tugas ini. Nama Komputer harus unik dan harus memiliki format yang konsisten yang menyampaikan informasi yang berarti. Hal ini dapat membantu untuk menentukan jenis perangkat, fungsi, lokasi dan nomor urutan berdasarkan nama perangkat. Alamat IP juga harus unik untuk setiap perangkat.




Penggunaan perangkat logis penamaan dan pengalamatan konvensi yang terdokumentasi dengan baik dapat sangat menyederhanakan tugas pelatihan, manajemen jaringan dan dapat membantu dengan pemecahan masalah ketika masalah timbul.

3.     Memelihara Sistem Operasi
3.1.      Mengapa dan Kapan Harus Menerapkan Patch

Setelah sistem operasi (OS) atau aplikasi diinstal, penting untuk tetap up to date dengan patch terbaru.
Patch adalah potongan kode program yang dapat memperbaiki masalah atau meningkatkan fungsionalitas dari program aplikasi atau OS. Mereka b  iasanya disediakan oleh produsen untuk memperbaiki kerentanan yang diketahui atau melaporkan masalah.
 Komputer harus terus diupdate dengan patch terbaru kecuali ada alasan untuk tidak melakukannya. Kadang-kadang bercak dapat memberikan dampak negatif pengoperasian fitur lain sistem. Dampak dari patch harus dipahami dengan jelas sebelum diterapkan. Informasi ini biasanya dapat ditemukan di situs web produsen perangkat lunak.

3.2.     Menerapkan Patch OS

Patch untuk sistem operasi dapat diinstal dengan cara yang berbeda, tergantung pada OS dan kebutuhan pengguna. Pilihan untuk men-download dan menginstal pembaruan meliputi :

Instalasi Otomatis
OS dapat dikonfigurasi untuk terhubung ke situs web pabrikan, download dan menginstal update kecil tanpa campur tangan pengguna. Update dapat dijadwalkan untuk terjadi selama saat-saat komputer aktif, tetapi tidak digunakan.

Prompt untuk Izin
Beberapa pengguna ingin memiliki kontrol atas perusahaan patch diterapkan. Ini sering merupakan pilihan pengguna yang memahami apa dampak patch ini terhadap kinerja sistem. Sistem ini dapat dikonfigurasi untuk memberitahukan pengguna akhir saat patch tersedia. Selanjutnya pengguna harus memutuskan apakah patch harus didownload dan diinstal.
   Manual
Pembaruan yang membutuhkan potongan-potongan besar kode untuk diganti pada sebuah sistem harus dijalankan secara manual. Pembaruan utama sering disebut paket layanan dan dirancang untuk memperbaiki masalah dengan aplikasi atau OS, dan kadang-kadang untuk menambah fungsionalitas. Layanan paket ini biasanya membutuhkan pengguna akhir untuk secara manual terhubung ke situs web, download dan menginstal pembaruan. Mereka juga dapat diinstal dari CD yang dapat diperoleh dari produsen.

3.3.     Aplikasi Patch dan Update

Aplikasi juga membutuhkan patch dan update. Patch biasanya dirilis oleh produsen, untuk memperbaiki kerentanan terdeteksi di aplikasi yang dapat mengakibatkan perilaku yang tidak diinginkan.
Browser dan perangkat lunak perkantoran seperti pengolah kata, spreadsheet dan aplikasi database adalah target umum untuk serangan jaringan. Aplikasi ini memerlukan update untuk memperbaiki kode yang memungkinkan serangan itu untuk berhasil. Produsen juga dapat mengembangkan pembaruan yang dapat meningkatkan fungsionalitas produk, tanpa biaya tambahan.

OS dan aplikasi patch umumnya ditemukan melalui website produsen. Proses instalasi dapat meminta izin untuk menginstal update dan untuk memverifikasi bahwa perangkat lunak pendukung hadir. Proses instalasi juga dapat menginstal semua program yang dibutuhkan untuk mendukung pembaruan. Update web dapat didownload ke sistem dari internet dan diinstal secara otomatis.

4.     Ringkasan

Sistem operasi merupakan perangkat lunak paling penting penting dalam sebuah PC yang bertanggung jawab untuk membuat semua komponen komputer dan perangkat lunak aplikasi bisa bekerja bersama-sama.
Kernel berinteraksi langsung dengan perangkat keras, shell berinteraksi langsung dengan aplikasi pengguna tersebut; pengguna berinteraksi langsung dengan shell, pemikir CLI atau GUI.
NOS memungkinkan perangkat untuk berbagi sumber daya antara banyak pengguna dan memperlakukan sumber daya jaringan seolah-olah mereka secara langsung dihubungkan. Perangkat lunak yang memungkinkan NOS untuk mengirim dan menerima data dari jaringan disebut pengalih arah (redirector).

Sumber :  Cisco Networking Academy